Pages

Bersahabat dengan orang Soleh...

Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang solih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak wangi dan tukang besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak wangi olehnya, engkau boleh membeli darinya atau sekurang-kurangnya dapat baunya. Adapun berteman dengan tukang besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, paling kurang engkau dapat baunya yang tidak elok.
(Hadis Riwayat Imam al- Bukhari dari Abu Musa.)


Ibnu Hajar Al Asqolani mengatakan, “Hadis ini menunjukkan larangan berteman dengan orang-orang yang dapat merusak agama mahupun dunia kita. Dan hadis ini juga menunjukkan dorongan agar bergaul dengan orang-orang yang dapat memberikan manfaat dalam agama dan dunia."
(Fathul Bari, Ibnu Hajar Al Asqolani, 4/324, Darul Ma’rifah, Beirut, 1379)


~saya memilih ini : minyak wangi kerana wangiannya~


Adakah dengan ini bermakna kita harus tinggalkan mereka yang selain pemilik minyak wangi?
Tentu sekali tidak... Yang dimaksudkan di sini adalah berteman... 
Berteman dengan pemilik minyak wangi dan bukan tukang besi...

Islam itu sangat indah, bahkan Islam menggalakkan pergaulan dengan golongan non-Muslim sekalipun,
Masakan tidak... Jika kita terus meninggalkan mereka, siapa yang akan membawa mereka mengenal Islam...
Namun begitu, dalam membawa mereka yang jauh dari 'cahaya' kembali kpd 'cahaya'...
Sekali lagi kita perlukan teman-teman dan sahabat-sahabat pemilik minyak wangi...

 Kaum muslimin harus memberi kesempatan kepada orang-orang non muslim untuk mendengar firman Allah. Allah subhanahu wata’ala berfirman, ertinya :

“Dan jika seseorang dari orang-orang musyirikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian hantarkanlah ia ke tempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui” (at-Taubah: 6)


Oleh itu, saya perlukan kalian...
Kalianlah sahabat saya di dunia...
Kalianlah sahabat saya hingga akhirat, InsyaAllah...

Peganglah mereka erat-erat andai kita telah temui mereka (sahabat yg soleh dan solehah),
Kerana berada dalam kalangan mereka menyebabkan kita cenderung mengingati mati...

Kebahagiaan dalam perhubungan bukanlah diukur pada banyaknya ketawa dan tawa ria...
Kerana itu hanya sementara...
Lebih malang andai dengan ketawa menyebabkan kerasnya hati...
Matinya hati dan menolak kebaikan untuk masuk ke dlm diri...
Nauzubillah...
Tetapi!!!
Kebahagiaan yang sebenar adalah apabila berhasil mencapai ma'rifatullah...
 (telah mengenal Allah SWT)
Kerana apa???
Kerana bahagia yang abadi ialah apabila bertemuNYA...
Wallahua'lam...

....................................................................................



Andai terlanjur kata dan tindakan...
Maka sahabat, tegurlah diriku...
Bawa diriku bersama menuju cahaya...
Di atas jalan ini...
Jalan yg kita pasti dan yakini...


Kerana aku seorang bagai sebatang lidi yang mudah dipatahkan...


Bersama kalian bagaikan sekumpulan lidi,


yang tentu sukar dipatahkan...


Semoga Allah berkati kita semua...
Ya Allah, tetapkanlah hati hambaMu ini,
Janganlah engkau bolak balikkan hati ini,
 setelah Engkau memberi petunjuk dan hidayah...
Amin...

....................................................................................



1 comment:

Al - Mu'allim said...

Salam.
Benar! sahabat penting kerana boleh mempengaruhi peribadi seseorang itu.
Jika ingin mengetahui ttg seseorang itu, lihatlah dgn siapa dia bersahabat,\\

Followers~

~Pengunjung~

~Muslimah 24 hours~

~Muslimah 24 hours~

Popular Posts

Total Pageviews